Rabu, 04 Desember 2013 - 0 komentar

Tentang Sumbar

“Minangkabau”
           Dari Sabang sampai Marauke, Berjajar pulau-pulau, Sambung-menyambung menjadi satu, Itulah Indonesia.
Indonesia  memiliki 33 provinsi. Salah satunya adalah Sumatera Barat yang letaknya di pesisir Pulau Sumatera. Dengan ibu kota yaitu, Padang. Motto dari kota ini adalah Padang Kota Tercinta.
Kota ini memiliki wilayah seluas 694,96 km² dengan kondisi geografis berbatasan dengan laut namun, memiliki daerah perbukitan yang ketinggiannya mencapai 1.853 mdpl. Kota Padang memiliki garis pantai sepanjang 84 km dan pulau kecil sebanyak 19 buah. Memiliki 11 kecamatan dan desa/kelurahan yang berjumlah 104.  Mayoritas masyarakat kota Padang menganut agama islam.
Kota yang lahir pada tanggal 7 Agustus 1669. Berarti  sudah 343 tahun kota ini berdiri. Sungguh, sebuah kota dengan usia yang terbilang cukup mapan. Sejarah mencatat bahwa kota Padang lah yang dulunya menjadi incaran bangsa colonial Belanda karena muaranya yang bagus dan udaranya yang menyenangkan.
Dengan matangnya sebuah kota, apakah telah menjamin kota tersebut menjadi kota yang disegani?? Saya rasa “tidak”. Apalagi pada tanggal 30 september 2009 terjadi bencana gempa bumi yang telah merusak 20% infrastruktur dari kota Padang tersebut.
Bukan hanya Jakarta yang punya tempo dolue tapi Padang juga punya bahkan tempo dulunya kota Padang mengalami masa-masa keemasan. Pada masa colonial, masa awal kemerdekaan dan masa prasejarah. Masa-masa itulah lahir tokoh-tokoh yang terkenal yaitu Marah Roesli, Roestam Effendi, Azwar Anas, Bagindo Azizchan, Awaludin Djamin, Muhammad Alwi Dahlan dan lain-lain.
Karena saya lebih tau tentang sosok dari Marah Roesli maka saya akan menuliskan sedikit tentang profil beliau.
Marah Roesli
            Marah Roesli lahir di kota Padang, 17 Agustus 1889. Dia lahir pas hari kemerdekan RI tapi sayangnya, dia tidak bisa merasakan kemerdekaan RI karena dia wafat 17 Januari 1968. Sebelum dia wafat, dia terkenal sebagai salah satu penulis fiksi Indonesia dengan gaya bahasa yang kuat.
            Salah satu roman yang paling terkenal, apalagi selalu masuk dalam pelajaran bahasa Indonesia dan diketehui oleh semua orang yaitu “Siti Nurbaya”. Roman ini telah hadir di sekolah-sekolah dan perpustakaan sejak pertama kali diterbitkannya yakni tahun 1920 oleh Balai Pustaka. Memiliki tebal 271 halaman.
            Isinya tentang kisah cinta antara Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri. Namun, orang tua Siti Nurbaya memilih menikahkan anaknya denga Datuk Maringgih. Kini, nama Siti Nurbaya yang ada dalam roman tersebut sebagai majas yang merujuk kepada bentuk “perkawinan paksa”. Di kota Padang sendiri, sosok Siti Nurbaya dihadirkan nyata melalui sebuah jembatan dan senuah makam diatas bukit yang diyakini adalah makam dari Siti Nurbaya.
LEDENDA YANG MENASIONAL         
Kota Padang juga memiliki legenda yang terkenal yakni Legenda Malin Kundang. Legenda tersubut sudah menjadi daya tarik bagi wisatawan local ataupun mancanegara untuk mengunjungi kota Padang. Legenda itu telah menjadi salah satu asset yang dimiliki pemerintah kota Padang dan masyarakat pada umumnya.
            Legenda Malin Kundang serat akan moral. Yaitu, janganlah sekali-kali anak durhaka pada orang tua, seberhasil apapun si anak. Karena orang tua menjadi sosok terpenting atas keberhasilan anaknya. Mungkin anak-anak zaman sekarang belum atau tidak tau tentang legenda ini, disarankan untuk membaca diperpustakaan atau mencari di internet.
MAKANAN YANG GO INTERNASIONAL
Makanan yang populer di antaranya seperti Gulai, Rendang, Nasi Kapau, Sate Padang dan  Karupuk Sanjai. Restoran Padang atau Rumah Makan Padang banyak terdapat di seluruh kota besar di Indonesia. Meskipun begitu, yang dinamakan sebagai "Masakan Padang" sebenarnya dikenal sebagai masakan etnis Minangkabau.
RENDANG
Rendang adalah salah satu makanan yang berasal dari Sumatera Barat, yang merupakan masakan tradisional khas kota Padang, Indonesia yang “Go Internasional”. Setelah Rendang di nobatkan oleh CNN Internasional sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat di Dunia).  Masakan Rendang, yang bersantan ini memiliki  bahan utamanya daging sapi.

Dalam mendorong pariwisata di kota Padang, pemerintah kota Padang  menggelar Festival Rendang untuk pertama kalinya pada tahun 2011. Festival Rendang  yang dipusatkan di RuangTerbuka Hijau Imam Bonjol ini diikuti oleh kelurahan se-Kota Padang dan berhasil memasak 5,2 ton daging, sehingga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia sebagai perlombaan memasak dengan daging dan peserta terbanyak. Tidak salah kalau Rendang menjadi kebanggaan Indonesia khususnya masyarakat Minangkabau
DENDENG BALADO
Dendeng Balado merupakan masakan khas yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia yang bahan utamanya juga dari daging sapi yang di iris tipis dan lebar. Kemudian daging ini dikeringkan, lalu digoreng hingga kering. Selanjutnya Daging yang sudah digoreng ini kemudian dibumbui dengan bumbu balado. Makanan ini juga identik dengan kota Padang.
GULAI BANAK
Gulai Banak adalah masakan berkuah santan dan pedas sebagai ciri khas dari masakan yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Gulai Banak ini berasal dari daerah Minangkabau. Bahan utama dari Gulai Banak ini adalah otak sapi yang telah dipotong-potong. Untuk menambah nikmat, masyarakat Minangkabau memberi irisan daun mangkok yang banyak. Hal ini katanya untuk menambah cita rasa yang amat khas.


Tempat – tempat yang menjadi daya tarik wisatawan
Masjid Raya Ganting
Masjid Raya Ganting atau yang dilafalkan Gantiang dalam bahasa Minangkabau adalah sebuah masjid yang terletak di Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
Mulai dibangun pada tahun 1805 dan selesai pada tahun 1810, masjid ini tercatat sebagai masjid tertua di kota Padang dan salah satu yang tertua di Indonesia serta telah menjadi cagar budaya. Secara spesifik Masjid Raya Ganting memiliki luas berbentuk persegi panjang dengan panjang 42 meter dan lebar 39 meter, terdapat juga 2 menara yang menambah kemegahan dari Masjid Raya Ganting.
Perpaduan arsitektur dari berbagai corak terlihat jelas pada bangunan masjid ini karena pengerjaannya melibatkan beragam bangsa seperti Eropa, Timur Tengah, Cina, dan Minangkabau. Masjid ini memiliki tatanan atap berupa atap susun berundak-undak sebanyak lima tingkat dengan puncak berkubah berhiaskan mustaka. Ada celah di tiap bagian atap untuk pencahayaan. Tingkat pertama berbentuk persegi, sedangkan tingkat dua sampai empat berbentuk segidelapan.
MASJID RAYA PADANG
Masjid Raya Padang yang berarsitektur bangunan seni tradisioanl dari kota Padang. Hal ini terlihat pada bangunan yang dijumpai bermacam gapura pada beberapa ruas jalan dengan ciri khas atap Gonjong. Gonjong ini merupakan salah satu bagian simbol etnik, merepresentasikan makna filosofi Minangkabau yang dicerminkan ke dalam bentuk bangunan. Walaupun saat ini telah terjadi pergeseran nilai budaya mengancam eksistensi nilai-nilai yang masih asli, masyarakat Minangkabau pun merasa bahwa citra arsitektur mereka cukup terwakili oleh atap gonjong saja.
Museum Adityawarman
Museum ini berada di Jalan. Diponegoro, kurang lebih 1 km dari pusat kota Padang, Arsitektur museum ini berbentuk bangunan khas Rumah Gadang Minangkabau, dan didepannya ada taman yang cukup luas serta asri. Museum Adityawarman ini mengkhususkan pada sejarah dan budaya suku Minangkabau, suku Mentawai dan suku Nias. Museum Adityawarman memiliki 6.000 koleksi. Berbagai koleksi bersejarah, pakaian pengantin Minangkabau, patung dan bermacam kerajinan tangan terdapat di Museum Adityawaraman ini. Miniatur pedati dan bendi serta pesawat peninggalan perang dunia ke- 2 melengkapi pula keasrian taman yang ada di depan Museum Adityawarman tersebut.
Taman kota Padang
Sejak tahun 1995 Pemerintah Kota Padang telah mulai mengembangkan Hutan Kota termasuk Ruang Terbuka Hijau yang berfungsi meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang nyaman dan indah, juga sebagai salah satu sarana rekreasi terutama bagi warga kota Padang sendiri. Selain tetap mempertahankan beberapa Ruang Terbuka Hijau yang telah ada seperti Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol dan Ruang Terbuka Hijau Taman Melati. Pemerintah kota Padang berencana membangun Hutan Kota pada kawasan Delta Malvinas yang berada pada Batang Kuranji.
            Stadion Agus Salim
Stadion Agus Salim dibangun sejak tahun 1957 dan diresmikan pada tahun 1985. Stadion ini terletak di kawasan gelanggang olahraga (GOR). Beberapa club utama sepak bola Sumatera Barat diantaranya PS Semen Padang, PSP Padang dan Minangkabau FC bermarkas di stadion ini. Ketiga kesebelasan ini menggunakan Stadion Agus Salim sebagai tempat untuk pertandingan laga kandang.
MENJADI KOTA PENDIDIKAN
Kota Padang sejak dari zaman colonial Belanda telah menjadi pusat pendidikan. Tercatat pada tahun 1864, jumlah pelajar yang terdaftar di sekolah-sekolah yang ada di kota Padang sebanyak 237 orang. Tentu di zaman sekarang jumlah itu terbilang sedikit tapi pada masa colonial Belanda kesempatan untuk mengecap yang namanya pendidikan bagi kaum pribumi sangatlah susah.
Pada masa orde baru, mulailah berkembang pendidikan di kota Padang, predikat pun di raih oleh ranah minang sebagai kota pendidikan yang disegani. Mulai tumbuh beberapa perguruan tinggi yakni , universitas (9 buah), institut (2 buah), sekolah tinggi (16 buah), akademi (19 buah)  dan politeknik (2 buah), di antaranya Universitas Andalas dan Politeknik Negeri Padang yang berlokasi di Limau Manis, Universitas Negeri Padang (sebelumnya bernama IKIP Padang) di Air Tawar, Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol di Lubuk Lintah, Politeknik Kesehatan Padang di Steba, dan Akademi Teknologi Industri Padang di Tabing. Beberapa perguruan tinggi swasta juga berada di kota Padang, seperti Universitas Bung Hatta yang terletak di pinggir pantai Ulak Karang, Institut Teknologi Padang yang terletak di Jalan. Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang terletak di Pasir Jambak, Universitas Putra Indonesia “ YPTK” dan Universitas Baiturrahmah.
Tidak hanya sebagai kota Pendidikan, kota Padang juga mempunyai Perpustakaan Daerah Sumatera Barat terletak di kota Padang termasuk salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia, dengan jumlah koleksi yang dimiliki mencapai 30.000 judul, termasuk fasilitas dan pengelolaan yang maksimum, serta jumlah pengunjung pustaka yang tinggi. Setelah terjadinya gempa bumi kegiatan Perpustakaan Daerah Sumatera Barat sejak 1 Februari 2010 untuk sementara ini dipindahkan ke Tabing, menunggu pembangunan gedung baru yang sebelumnya mengalami kerusakan yang parah.
Ada beberapa komentar tentang Kota Padang “Dahulu vs Sekarang”.
·         Dahulu anak saya yang pertama saya bela-belain untuk bersekolah di salah satu perguruan tinggi di Kota Padang, karena saya meyakini Kota Padang waktu itu sebagai pusat pendidikan di Sumatera. Sekarang? Anak saya yang bungsu lebih memilih kuliah di Pekanbaru.
·         Setiap hari, hampir satu orang mahasiswa swasta pindah ke kota asalnya semenjak terjadinya gempa besar di Kota Padang tahun 2009 lalu.
KESEHATAN DI KOTA PADANG TIDAK KALAH DENGAN KOTA BESAR.
Sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat, kota Padang telah memiliki beberapa pusat fasilitas kesehatan yang cukup lengkap. Selain memiliki beberapa rumah sakit yang bertaraf nasional, rumah sakit tersebut juga telah didukung oleh beberapa perguruan tinggi yang berkaitan dengan kesehatan. Salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Dr. M. Djamil yang berkerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Politeknik Kesehatan Padang. Pemerintahan kota Padang juga telah memiliki rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Rasidin.
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, pemerintahan kota Padang telah mendirikan sebanyak 20 buah puskesmas dan 58 buah puskesmas pembantu pada wilayah kecamatan di kota Padang.
Jika ditinjau dari penyebaran, sarana kesehatan telah memadai. Namun jika ditinjau dari aspek mutu pelayanan kesehatan masih jauh dari yang diharapkan.Selain itu, di kota Padang terdapat rumah sakit yang dikelola oleh BUMN, Kepolisian, TNI AD dan pihak swasta.
Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo yang dikelola oleh TNI AD terletak pada kawasan cagar budaya Ganting. Rumah sakit ini berdiri pada komplek bangunan peninggalan zaman Belanda dan sebelumnya merupakan tempat peristirahatan para tentara kolonial.
Rumah Sakit Selasih merupakan rumah sakit swasta yang dikelola secara bersama dengan pihak Kumpulan Perubatan Johor (KPJ) Sdn Bhd dari Malaysia, namun akibat gempa bumi 30 September 2009 rumah sakit ini mengalami kerusakan berat.












0 komentar:

Posting Komentar