Rabu, 04 Desember 2013 - 0 komentar

Analisis Sistem Rekam Medis Di RS

ANALISIS PENERAPAN KIUP, SISTEM PENOMORAN, SISTEM PENJAJARAN DAN SISTEM PENYIMPANAN DI RUMAH SAKIT.

1.             SISTEM REKAM MEDIS
1.1  KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien)
KIUP adalah daftar permanen yang mengandung nama semua pasien yang pernah terlayani di fasilitas kesehatan terkait (disebut juga Pasien Index, Master Patient Index atau Master File).
Indeks pasien merupakan kunci petunjuk lokasi rekam medis pasien di dalam jajaran, oleh sebab itu KIUP adalah satu diantara alat (tool) yang digunakan untuk membantu pencarian di unit rekam medis, klinik atau pusat kesehatan.
1.1.1   Isi KIUP yaitu :
v  Informasi yang terkandung di dalam indeks bervariasi tergantung kepada kebutuhan rumah sakit atau kliniknya.
v  Yang harus tertera diatas kartu indeks pasien hanya informasi yang mengarah keidentitas khusus untuk panduan mencari lokasi rekam medis pasien terkait.
v  Untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi pasien, maka penyertaan sebutan diagnosis di kartu PMI harus dihindari.




1.1.2   Informasi yang harus ada :
v  Nama lengkap (nama keluarga dan nama diri) garis bawahi nama keluarga
v  Alamat lengkap
v  Nomor Rekam Medis adalah nomor yang sesuai dengan nomor yang digunakan untuk menjajar rekam medisnya.
v  Tanggal lahir (lahir, bulan dan tahun) bila pasien memiliki nama sama maka tanggal lahir bisa menjadi informasi tambahan untuk identitas nomor pasien dan untuk mencari berkasnya.
v  Informasi identitas yang unik lain yang dapat membantu menentukan identitas pasien adalah nama ibu, surat jaminan sosial.
1.1.3   Alur KIUP
 Prosedur KIUP pasien rawat inap sebaiknya sebagai berikut :
1.        Petugas admission mengirim tembusan slip admission semua pasien dirawat ke unit rekam medis secara harian. Tembusan yang dikirim adalah lembar tembusan yang pertama dari format lembar pertama rekam medis.
2.        Pengecekan dilakukan untuk menelusuri apakah ada pasien yang sudah pernah dirawat, jika sudah maka kartu indeks yang lama dicabut, kemudian dilengkapi dengan data terbaru seperti : alamat, nama, dll.
3.         Bila pasien belum punya kartu indeks, maka diterbitkan kartu indeks baru.
4.        Dibeberapa rumah sakit karu indeks disimpan secara terpisah (house file) dan dikotak file kartu diletakkan sampai pasien  keluar dari rumah sakit
5.         Jika pasien keluar, maka KIUP diambil dari in-house box, diisikan tanggal keluar, keadaan pulang (sembuh atau meninggal dengan tinta merah). Ukuran standar KIUP ; 3 x 5 inci (7,5 x 12,5 cm), ukuran bisa berubah tergantung pada informasi yang ada. Karena permanen, maka kartu harus kuat dan tidak mudah rusak.
6.        Tersedianya petugas pengecek khusus untuk memastikan tidak ada error penulisan atau pengisian dsb.
7.        Indeks pemandu (index guides) sebagai pengganti KIUP yang dikeluarkan.
8.        Peralatan penjajaran : laci penyimpanan, biasanya terdari dari 8 laci dalam 3 baris.
9.        KIUP dapat disimpan secara komputerisasi.

1.1.4   Analisis Penerapan KIUP di Rumah Sakit
Di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh pemakaian KIUP sudah menggunakan komputerisasi, sehingga lebih memudahkan petugas dalam menginputkan data pasien dan tidak menghabiskan waktu yang lama.
Di RSUD Solok pemakaian KIUP menggunakan komputerisasi dan manual.
Di RSUD Sawahlunto KIUP yang digunakan adalah komputerisasi untuk menyimpan data sosial pasien.

1.1.5   Saran
Sebaiknya rumah sakit memiliki komputer yang secara otomatis menyimpan data pasien. Apabila terjadi masalah, rumah sakit tidak perlu secara manual menginputkan data pasien.

1.2  Sistem Penomoran
Sistem penomoran merupakan suatu penyelenggaraan rekam medis dimana setiap pasien baru yang datang ke rumah sakit, diberikan satu nomor rekam medis tersebut untuk kunjungan berikutnya.
Ada 3 macam sistem penomoran :
1.    Pemberian Nomor Secara Seri (Serial Numbering System)
Pemberian nomor secara seri yaitu setiap pasien yang berkunjung ke rumah sakit mendapatkan nomor rekam medis baru. Dan jika ia berkunjung 5 kali, maka ia akan mendapat 5 nomor rekam medis baru.
Keuntungannya :
·      Menghindari nomor ganda /rangkap.
Kerugiannya :
·      Informasi medis tidak berkesinambungan.
·      Petugas akan  membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan
·      semua catatan medis pasien setiap kali dokter membutuhkannya.
2.    Pemberian Nomor Unit (Unit Numbering System)
Sistem ini merupakan suatu nomor rekam medis bagi setiap pasien yang datang berobat ke rumah sakit dan nomor tersebut digunakan untuk kunjungan selanjutnya.
Keuntungannya:
·      Memudahkan dan mempercepat dalam pemberian pelayanan terhadap pasien.



3.    Pemberian Nomor Cara Seri Unit (Serial Unit Numbering System)
Sistem ini merupakan satu nomor rekam medis baru bagi setiap pasien yang berkunjung ke rumah sakit, tetapi rekam medisnya yang terdahulu digabung dan disimpan di bawah nomor yang paling baru.
Keuntungan :
·      Mempercepat dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Kerugiannya:
·      Pemborosan ruang dan rak penyimpanan rekam medis serta beban kerja akan menjadi lebih besar karena membutuhkan banyak waktu.

1.2.1   Analisis Penerapan Sistem Penomoran di Rumah Sakit
Sistem penomoran yang dipakai di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh adalah pemberian nomor cara unit (Unit Numbering System), yaitu memberikan satu nomor rekam medis bagi setiap pasien yang datang berobat ke rumah sakit dan nomor tersebut digunakan untuk kunjungan berikutnya.
Dalam praktek kerja lapangan kami masih menemukan pemberian nomor cara seri yaitu bagian UPAT. Dimana pasien yang datang ke pendaftaran pasien IGD dan pasien rawat inap (pendaftaran UPAT) masih ada pemakaian nomor cara seri, yang mana setiap pasien yang datang selalu dianggap pasien baru sehingga mengakibatkan terjadinya nomor ganda dan jumlah frekuensi pasien baru meningkat.
Berdasarkan pengalaman PKL di RSUD Solok, sistem penomoran menggunakan Unit Numbering System yaitu setiap pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis untuk seumur hidup selama masih menggunakan pelayanan kesehatan di RSUD Solok.
Sistem pemberian nomor yang di terapkan pada RSUD Sawahlunto adalah secara Unit Numbering System, setiap pasien yang berobat hanya mendapat satu nomor rekam medis yang digunakan untuk rawat jalan maupun rawat inap. Dengan sistem ini semua rekam medis penderita memiliki satu nomor dan terkumpul dalam satu map. Sistem ini secara cepat memberikan kepada rumah sakit/staf medis satu gambaran lengkap mengenai riwayat penyakit dan pengobatan seorang penderita. Sistem unit menghilangkan kerepotan mencari/mengumpulkan berkas rekam medis seorang penderita yang terpisah-pisah dalam sistem seri. Sistem ini juga menghilangkan kerepotan mengambil berkas rekam medis lama untuk disimpan ke dalam nomor baru dalam sistem seri unit.
Namun pada pemberian nomor ini juga terdapat permasalahan seperti ditemukannya nomor ganda, dimana nomor berkas rekam medisnya sama namun pemilik/nama berbeda.
Hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor seperti :
1.                     Petugas/SDM yang kurang teliti dalam mencatat nomor rekam medis yang akan diberikan kepada pasien,sehingga menimbulkan kekeliruan dan dapat mempersulit petugas lain dalam proses pengambilan kembali berkas rekam medis.
2.                     Pada RSUD Sawahlunto masih menggunakan sistem manual sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya kesalahan,dapat dikarenakan kesibukan petugas atau ramainya kunjungan pasien menyebabkan petugas kewalahan dan menimbulkan kekeliruan.
1.2.2   Saran
Sebaiknya petugas dipendaftaran rawat inap (UPAT) menggunakan SIM RS dalam pencarian nomor pasien agar tidak terjadi penomoran ganda.

1.3  Sistem Penjajaran
Sistem Penjajaran merupakan penyimpanan berkas rekam medis sesuai dengan nomor.
3 jenis sistem penjajaran :
(1)          Sistem Nomor langsung
Sistem nomor langsung merupakan suatu penyimpanan rekam medis dengan rak penyimpanan secara berurut sesuai dengan urutan nomornya.
(2)     Sistem Angka Akhir
Sistem nomor tengah merupakan suatu penyimpanan rekam medis yang menggunakan nomor dengan 6 angka yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 angka.
(3)     Sistem Angka Tengah
Sistem nomor tengah merupakan suatu penyimpanan rekam medis dimana angka yang berada ditengah menjadi angka pertama, angka yang paling kiri menjadi angka kedua ,kemudian angka paling kanan menjadi angka ketiga.





1.3.1 Analisis Penerapan Sistem Penjajaran di Rumah Sakit
Sistem penjajaran di RSUD Dr.Adnaan WD Payakumbuh menggunakan sistem angka akhir.
Berdasarkan hasil pengamatan, RSUD Solok menggunakan sistem penjajaran nomor langsung, dimana keuntungan dari sistem penomoran langsung adalah petugas lebih mudah dalam proses penyimpanan dan pengambilan berkas rekam medis.
Sistem penjajaran rekam medis di RSUD Sawahlunto ini menggunakan sistem angka terakhir (Terminal Digit Filling System) yang menggunakan enam angka. Ini digunakan karena memiliki banyak keuntungan dan kebaikan, salah satunya menghindari rak-rak kosong. Selain itu juga cara ini dipilih karena umum dipakai dan lebih mudah, efisien dan efektif.
1.3.2 Saran
Sistem penjajaran yang ada di rumah sakit sudah memiliki keuntungannya masing-masing. Keuntungan tersebut tergantung dengan rumah sakit.






1.4  Sistem Penyimpanan
Sistem penyimpanan merupakan sistem penataan berkas rekam medis dalam satu alur yang khusus, agar rujukan dan pengembalian kembali (retrieval) menjadi lebih  mudah dan cepat.
Cara penyimpanan berkas rekam medis :
(a)      Sentralisasi
Penyimpanan secara sentralisasi merupakan suatu sistem penataan berkas rekam medis dalam satu kesatuan baik itu catatan kunjungan poliklinik maupun catatan selama seorang pasien dirawat.
Keuntungan:
·            Mengurangi jumlah biaya dalam hal ruangan.
·            Mudah menerapkan sistem unit.
Kekurangannya :
·            Petugas menjadi lebih sibuk, karena harus menangani unit rawat jalan dan rawat inap.
(b)     Desentralisasi
Penyimpanan secara desentralisasi merupakan pemisahan antara rekam medis poliklinik dengan rekam medis pasien yang dirawat ataupun antara berkas pasien rawat inap dan rawat jalan dipisahkan.
Keuntungan :
·            Beban kerja yang dilakukan petugas lebih ringan.
·            Efisiensi waktu.

Kerugian :
·            Terjadi duplikasi pembuatan nomor rekam medis.
·            Biaya yang dibutuhkan untuk peralatan dan ruangan lebih banyak.

1.4.1 Analisis Penerapan Sistem Penyimpanan di Rumah Sakit
Sistem penyimpanan yang dipakai di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh adalah dengan menggunakan sistem penyimpanan  secara sentralisasi dimana antara berkas rawat inap, rawat jalan, maupun IGD digabungkan dalam satu berkas.
Sistem penyimpanan yang digunakan di RSUD Solok yaitu, dengan cara sentralisasi. Sentralisasi adalah seluruh informasi tentang pasien disimpan di satu berkas (rawat inap, rawat jalan, maupun instalasi gawat darurat).
Sistem penyimpanan rekam medis di RSUD Sawahlunto ini menggunakan sistem penyimpanan Sentralisasi, dimana berkas rekam medis pasien rawat jalan dan rawat inap tergabung dalam satu nomor rekam medis yang sama dan disimpan di dalam satu ruangan yang sama,.di samping itu dengan diterapkannya sistem penyimpanan sentralisasi di RSUD Sawahlunto juga memudahkan penerapan sistem unit record, sistem ini juga meningkatkan efisien kerja petugas karena hanya perlu memperhatikan satu nomor rekam medis saja pada saat pasien berkunjung sebagai pasien rawat inap maupun poliklinik, tidak perlu repot mencari ke ruangan yang berbeda.


1.4.2        Saran
Sebaiknya penyimpanan berkas rekam medis yang menggunakan roll opac di lengkapi dengan exhaust fan untuk penghisap debu agar berkas yang disimpan tidak kotor dan terjaga kebersihannya.



















PENUTUP
1.                 Kesimpulan
·                    KIUP adalah daftar permanen yang mengandung nama semua pasien yang pernah terlayani di fasilitas kesehatan terkait (disebut juga Pasien Index, Master Patient Index atau Master File).
·                    RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh dan RSUD Sawahlunto, KIUP yang digunakan sudah komputerisasi, sedangkan RSUD Solok menggunakan komputerisasi dan manual.
·                     Sistem penomoran merupakan suatu penyelenggaraan rekam medis dimana setiap pasien baru yang datang ke rumah sakit, diberikan satu nomor rekam medis tersebut untuk kunjungan berikutnya.
·                     RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, RSUD Solok dan RSUD Sawahlunto, sistem penomoran yang digunakan adalah pemberian nomor cara unit (Unit Numbering System).
·                     Sistem Penjajaran merupakan penyimpanan berkas rekam medis sesuai dengan nomor.
·                     RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh dan RSUD Sawahlunto menggunakan sistem angka terakhir (Terminal Digit Filling System), sedangkan RSUD Solok menggunakan sistem nomor langsung.
·                     Sistem penyimpanan merupakan sistem penataan berkas rekam medis dalam satu alur yang khusus, agar rujukan dan pengembalian kembali (retrieval) menjadi lebih  mudah dan cepat.
·                     RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, RSUD Solok dan RSUD Sawahlunto, menggunakan sistem penyimpanan Sentralisasi.





















2.                 Saran
·                     Sebaiknya rumah sakit memiliki komputer yang secara otomatis menyimpan data pasien. Apabila terjadi masalah, rumah sakit tidak perlu secara manual menginputkan data pasien.
·                     Sebaiknya petugas dipendaftaran rawat inap (UPAT) menggunakan SIM RS dalam pencarian nomor pasien agar tidak terjadi penomoran ganda.
·                     Sistem penjajaran yang ada di rumah sakit sudah memiliki keuntungannya masing-masing. Keuntungan tersebut tergantung dengan rumah sakit.
·                     Sebaiknya penyimpanan berkas rekam medis yang menggunakan roll opac di lengkapi dengan exhaust fan untuk penghisap debu agar berkas yang disimpan tidak kotor dan terjaga kebersihannya.


         










0 komentar:

Posting Komentar